Kamis, 27 Januari 2022
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Interaksi Makhluk Hidup dengan Lingkungan ", Klik untuk baca: https://www.kompas.com/skola/read/2020/01/20/120000069/interaksi-makhluk-hidup-dengan-lingkungan?page=all.
Penulis : Ari Welianto
Editor : Ari Welianto
Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android: https://bit.ly/3g85pkA
iOS: https://apple.co/3hXWJ0L
INTERAKSI MAKHLUK HIDUP DENGAN LINGKUNGAN
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Interaksi Makhluk Hidup dengan Lingkungan ", Klik untuk baca: https://www.kompas.com/skola/read/2020/01/20/120000069/interaksi-makhluk-hidup-dengan-lingkungan?page=all.
Penulis : Ari Welianto
Editor : Ari Welianto
Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android: https://bit.ly/3g85pkA
iOS: https://apple.co/3hXWJ0L
Rabu, 12 Januari 2022
Hewan non-Placozoa seperti manusia memiliki berbagai macam organ. Meskipun ada beragam pendapat tentang definisi dan jumlah organ tubuh manusia, tetapi beberapa pendapat menyebutkan bahwa manusia memiliki 78 organ.[1][2] Pada tahun 2017, mesenterium dianggap sebagai organ ke-79.[3][4] Tidak semua organ dibutuhkan untuk bertahan hidup. Hanya ada lima organ (otak, jantung, hati, paling tidak satu ginjal, dan paling tidak satu paru-paru) yang diperlukan untuk mempertahankan kehidupan sehingga mereka disebut sebagai organ vital.[1]
Beberapa contoh organ pada tubuh manusia yaitu:[5]
- Sistem saraf: otak besar, otak kecil, batang otak, sumsum tulang belakang.
- Organ di daerah wajah: mata, hidung, telinga, mulut, lidah, kelenjar liur, kelenjar air mata.
- Organ di daerah dada: esofagus, jantung, paru-paru, kelenjar tiroid, timus.
- Organ di daerah perut: hati, lambung, usus besar, usus halus, rektum, anus, pankreas, limpa, ginjal, ureter.
- Organ di daerah pelvis dan genitalia eksternal: kandung kemih, uretra, ovarium, rahim, vagina, testis, penis
- Kulit
Tumbuhan[sunting | sunting sumber]
Tumbuhan tingkat rendah tidak memiliki pembedaan organ. Hanya terdapat satu tipe organ, yang disebut talus. Pada tumbuhan berpembuluh, organisasi sistem organ biasanya mencakup beberapa organ yang terkadang saling tumpang-tindih fungsinya.
- Fotosintesis dan sistem transportasi hara
- Sistem respirotranspirasi
- Sistem reproduksi tumbuhan
- Sistem penyanggaan/penguatan
- Sistem pengaturan pertumbuhan
- Sistem ekskresi dan akumulasi zat
- Sistem perlindungan diri
organ organ pada hewan dan tumbuhan
Hewan non-Placozoa seperti manusia memiliki berbagai macam organ. Meskipun ada beragam pendapat tentang definisi dan jumlah organ tubuh manusia, tetapi beberapa pendapat menyebutkan bahwa manusia memiliki 78 organ.[1][2] Pada tahun 2017, mesenterium dianggap sebagai organ ke-79.[3][4] Tidak semua organ dibutuhkan untuk bertahan hidup. Hanya ada lima organ (otak, jantung, hati, paling tidak satu ginjal, dan paling tidak satu paru-paru) yang diperlukan untuk mempertahankan kehidupan sehingga mereka disebut sebagai organ vital.[1]
Beberapa contoh organ pada tubuh manusia yaitu:[5]
- Sistem saraf: otak besar, otak kecil, batang otak, sumsum tulang belakang.
- Organ di daerah wajah: mata, hidung, telinga, mulut, lidah, kelenjar liur, kelenjar air mata.
- Organ di daerah dada: esofagus, jantung, paru-paru, kelenjar tiroid, timus.
- Organ di daerah perut: hati, lambung, usus besar, usus halus, rektum, anus, pankreas, limpa, ginjal, ureter.
- Organ di daerah pelvis dan genitalia eksternal: kandung kemih, uretra, ovarium, rahim, vagina, testis, penis
- Kulit
Tumbuhan[sunting | sunting sumber]
Tumbuhan tingkat rendah tidak memiliki pembedaan organ. Hanya terdapat satu tipe organ, yang disebut talus. Pada tumbuhan berpembuluh, organisasi sistem organ biasanya mencakup beberapa organ yang terkadang saling tumpang-tindih fungsinya.
- Fotosintesis dan sistem transportasi hara
- Sistem respirotranspirasi
- Sistem reproduksi tumbuhan
- Sistem penyanggaan/penguatan
- Sistem pengaturan pertumbuhan
- Sistem ekskresi dan akumulasi zat
- Sistem perlindungan diri
Setiap makhluk hidup memilik jaringan di dalam tubuh. Jaringan merupakan kumpulan sel yang mempunyai suatu bentuk dan struktur yang sama dengan fungsi yang berbeda. sel-sel hati akan membentuk jaringan hati, sel-sel jantung membentuk jaringan jantung, ataus sel-sel kulit membentuk jaringan kulit. Pada umumnya jaringan hewan dan manusia sama. Meski ada perbedaan tapi tidak mencolok. Baca juga: Manfaat Tumbuhan Jaringan pada manusia dan hewan Berikut beberapa jaringan pada makhluk hidup: Jaringan epitel Jaringan epitel adalah jaringan yang melapisi permukaan organ seperti permukaan kulit yang berfungsi untuk melindungi bagian dalam dari organ yang dilapisisinya. Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu. Daftarkan email Fungsi jaringan epitel untuk absorpsi, sekresi, ekskresi, transportasi, proteksi dan menerima rangsang. Dilansir Encyclopaedia Britannica (2015), lapisan sel terikat satu sama lain untuk membentuk lembaran kontinu yang menutupi permukaan yang mungkin bersentuhan dengan zat asing. Epitel mungkin bersifat melindungi, menyerap, atau mengeluarkan. Itu dapat menghasilkan pertumbuhan khusus dan memproduksi bahan kimia. Macam-macam jaringan epitel Ada beberapa macam jaringan epitel, yakni: Epitel selapis pipih terdapat pada dinding pembuluh darah dan alveolus. Epitel selapis kubus terdapat pada ovarium dan kelenjar tiroid Epitel selapis silindris terdapat pada lambung dan usus Epitel batang bersilia terdapat pada dinding rongga hidung Epitel selapis semu terdapat pada trakea Epitel berlapis kubus terdapat pada saluran keluar kelenjar. Baca juga: Organ Utama Tumbuhan Jaringan pengikat Jaringan pengikat memiliki fungsi untuk mengikat jaringan dan organ tubuh. Contohnya seperti pada jaringan darah. Jaringan pengikat mencakup berbagai struktur, seperti tendon yang melekatkan otot rangka ke tulang, darah yang mengangkut bahan dari satu bagian tubuh ke bagian lain. Jaringan saraf Jaringan saraf adalah jaringan yang berfungsi untuk mengatur aktivitas otot dan organ. Selain itu menerima dan meneruskan rangsangan. Jaringan penyokong Jaringan penyokong terdiri dari jaringan tulang rawan dan berfungsi untuk memberi bentuk tubuh. Selain itu untuk menguatkan bentuk tubuh. Jaringan pada tumbuhan Jaringan pada tumbuhan, berbeda dengan jaringan manusia dan jaringan. Pada jaringan tumbuhan terdiri dari jaringan meristematik dan jaringan permanen. Baca juga: Tumbuhan Monokotil dan Dikotil: Ciri, Contoh dan Perbedaannya Berikuat penjelasannya: Jaringan meristematik Dikutip situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), jaringan meristematik terdiri dari sel-sel meristem. Sel-sel meristem selalu aktif membelah. Pada jaringan tersebut dapat ditemukan titik-titik tumbuh di ujung batang dan akar, itu disebut meristem pucuk. Jaringan meristem terdapat di bawah kulit kayu sebagai kambium gabus atau kambium pembuluh yang disebut meristem tepi atau lateral. Sementara jaringan meristem yang ada di tepi ruas atau buku atau di pangkal tangkai daun disebut meristem interkalar. Jaringan permanen Pada jaringan permanen dikategorikan menjadi tiga kelompok utama, yaitu epidermis jaringan pelindung, jaringan pengangkut menyusun xilem dan floem, dan jaringan dasar yang mencakup parenkim, kolenkim, dan sklerenkim. Baca juga: Tumbuhan Parasit: Arti, Dampak dan Jenisnya Epidermis akan melindungi bagian dalam organ. Sehingga tidak bersentuhan langsung dengan pengaruh keadaan di luar organ. Epidermis juga dapat dilindungi oleh lapisan tipis di bagian luar. Jaringan pengangkut dimiliki pada tumbuhan berpembuluh. Tumbuhan biji terbuka memiliki jaringan, serabut trakeida, dan parenkim kayu sebagai penyusun xilem. Tumbuhan biji tertutup memiliki tambahan jaringan trakea selain jaringan yang dimiliki Gymnospermae. Floem atau pembuluh tapis tersusun dari jaringan buluh tapis dan sel-sel pengiring.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jaringan Tubuh pada Makhluk Hidup
jaringan jaringan pada sel
Setiap makhluk hidup memilik jaringan di dalam tubuh. Jaringan merupakan kumpulan sel yang mempunyai suatu bentuk dan struktur yang sama dengan fungsi yang berbeda. sel-sel hati akan membentuk jaringan hati, sel-sel jantung membentuk jaringan jantung, ataus sel-sel kulit membentuk jaringan kulit. Pada umumnya jaringan hewan dan manusia sama. Meski ada perbedaan tapi tidak mencolok. Baca juga: Manfaat Tumbuhan Jaringan pada manusia dan hewan Berikut beberapa jaringan pada makhluk hidup: Jaringan epitel Jaringan epitel adalah jaringan yang melapisi permukaan organ seperti permukaan kulit yang berfungsi untuk melindungi bagian dalam dari organ yang dilapisisinya. Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu. Daftarkan email Fungsi jaringan epitel untuk absorpsi, sekresi, ekskresi, transportasi, proteksi dan menerima rangsang. Dilansir Encyclopaedia Britannica (2015), lapisan sel terikat satu sama lain untuk membentuk lembaran kontinu yang menutupi permukaan yang mungkin bersentuhan dengan zat asing. Epitel mungkin bersifat melindungi, menyerap, atau mengeluarkan. Itu dapat menghasilkan pertumbuhan khusus dan memproduksi bahan kimia. Macam-macam jaringan epitel Ada beberapa macam jaringan epitel, yakni: Epitel selapis pipih terdapat pada dinding pembuluh darah dan alveolus. Epitel selapis kubus terdapat pada ovarium dan kelenjar tiroid Epitel selapis silindris terdapat pada lambung dan usus Epitel batang bersilia terdapat pada dinding rongga hidung Epitel selapis semu terdapat pada trakea Epitel berlapis kubus terdapat pada saluran keluar kelenjar. Baca juga: Organ Utama Tumbuhan Jaringan pengikat Jaringan pengikat memiliki fungsi untuk mengikat jaringan dan organ tubuh. Contohnya seperti pada jaringan darah. Jaringan pengikat mencakup berbagai struktur, seperti tendon yang melekatkan otot rangka ke tulang, darah yang mengangkut bahan dari satu bagian tubuh ke bagian lain. Jaringan saraf Jaringan saraf adalah jaringan yang berfungsi untuk mengatur aktivitas otot dan organ. Selain itu menerima dan meneruskan rangsangan. Jaringan penyokong Jaringan penyokong terdiri dari jaringan tulang rawan dan berfungsi untuk memberi bentuk tubuh. Selain itu untuk menguatkan bentuk tubuh. Jaringan pada tumbuhan Jaringan pada tumbuhan, berbeda dengan jaringan manusia dan jaringan. Pada jaringan tumbuhan terdiri dari jaringan meristematik dan jaringan permanen. Baca juga: Tumbuhan Monokotil dan Dikotil: Ciri, Contoh dan Perbedaannya Berikuat penjelasannya: Jaringan meristematik Dikutip situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), jaringan meristematik terdiri dari sel-sel meristem. Sel-sel meristem selalu aktif membelah. Pada jaringan tersebut dapat ditemukan titik-titik tumbuh di ujung batang dan akar, itu disebut meristem pucuk. Jaringan meristem terdapat di bawah kulit kayu sebagai kambium gabus atau kambium pembuluh yang disebut meristem tepi atau lateral. Sementara jaringan meristem yang ada di tepi ruas atau buku atau di pangkal tangkai daun disebut meristem interkalar. Jaringan permanen Pada jaringan permanen dikategorikan menjadi tiga kelompok utama, yaitu epidermis jaringan pelindung, jaringan pengangkut menyusun xilem dan floem, dan jaringan dasar yang mencakup parenkim, kolenkim, dan sklerenkim. Baca juga: Tumbuhan Parasit: Arti, Dampak dan Jenisnya Epidermis akan melindungi bagian dalam organ. Sehingga tidak bersentuhan langsung dengan pengaruh keadaan di luar organ. Epidermis juga dapat dilindungi oleh lapisan tipis di bagian luar. Jaringan pengangkut dimiliki pada tumbuhan berpembuluh. Tumbuhan biji terbuka memiliki jaringan, serabut trakeida, dan parenkim kayu sebagai penyusun xilem. Tumbuhan biji tertutup memiliki tambahan jaringan trakea selain jaringan yang dimiliki Gymnospermae. Floem atau pembuluh tapis tersusun dari jaringan buluh tapis dan sel-sel pengiring.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jaringan Tubuh pada Makhluk Hidup
Pada hierarki organisasi kehidupan, sel berada di tingkatan struktural terendah yang masih mampu menjalankan semua fungsi kehidupan. Sel mampu melakukan regulasi terhadap dirinya sendiri, memproses energi, tumbuh dan berkembang, tanggap terhadap lingkungan, serta melakukan reproduksi untuk melestarikan keturunannya. Setiap organisme tersusun atas salah satu dari dua jenis sel yang secara struktural berbeda, seperti sel prokariotik dan sel eukariotik. Hanya bakteria dan arkea yang memiliki sel prokariotik. Protista, jamur, tumbuhan, dan hewan semuanya mempunyai sel eukariotik. Sel prokariotik (berasal dari bahasa Yunani prokaryote, pro berarti “sebelum” dan karyon berarti nukleus). Sel prokariotik memiliki bahan-bahan dalam sel tetapi tidak diselubungi membran inti. Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu. Daftarkan email Sel Eukariotik (Yunani, eu berarti sejati atau sebenarnya) merupakan sel yang memiliki inti sel dan inti sel tersebut dibungkus oleh membrane inti. Baca juga: Jenis Organel Sel Beserta Fungsinya Sel Prokariot strukturnya lebih sederhana dari pada struktur sel eukariota karena tidak mempunyai organel terbungkus membran. Pembatas sel ialah membran plasma. Di luar membran plasma terdapat dinding sel yang cukup kaku dan seringkali berupa kapsul luar, yang biasanya mirip jeli. Sebagian bakteri memiliki flagela (organel gerak), pili (struktur pelekatan), atau keduanya yang menonjol dari permukaannya. Perbesar Struktur Sel Prokariotik (Dok. Dewi Markiah) Sel eukariot umumnya jauh lebih besar dari sel prokariot. Selain membran plasma di permukaan luarnya, sel eukariot memiliki membran internal yang ekstensif dan tertata secara rumit, yang membagi sel menjadi kompartemen-kompartemen (organel). Kompartemen-kompartemen memberikan lingkungan lokal yang berbeda yang memfasilitasi fungsi metabolik spesifik. Sehingga proses-proses yang tidak kompatibel dapat berlangsung bersamaan dalam suatu sel. Baca juga: 10 Perbedaan Sel Tumbuhan dan Sel Hewan Membran plasma dan membran organel juga berpartisipasi langsung dalam metabolisme sel, sebab banyak enzim yang terdapat dalam membran tersebut. Ukuran sel sangat kecil, sehingga kamu hanya dapat mengamatinya dengan bantuan mikroskop. Makhluk hidup ada yang tersusun oleh satu sel (uniseluler) contohnya bakteri dan amoeba. Ada juga makhluk hidup yang tersusun oleh banyak sel (multiseluler), contohnya cacing, manusia, dan tumbuhan. Meskipun sel yang menyusun tubuh makhluk hidup beraneka ragam, sesungguhnya struktur dasar sel hampir sama. Organel-organel sel Setiap sel tersusun atas membran sel, protoplasma, dan inti sel. Protoplasma merupakan cairan sel yang di dalamnya terlarut berbagai bahan organik dan anorganik. Pada protoplasma terdapat organela-organela dan inti sel. Membran sel Membran sel atau membran plasma merupakan batas antara bagian luar dan dalam sel, berfungsi sebagai pengatur keluar masuknya zat dan pelindung sitoplasma. Melalui membran sel ini berbagai zat seperti oksigen dan zat makanan masuk ke dalam sel, sedangkan zat sisa keluar dari dalam sel. Baca juga: Perbedaan Sel Prokariotik dan Sel Eukariotik Protoplasma Protoplasma merupakan cairan sel (plasma sel) yang bersifat koloid karena partikel yang terlarut di dalamnya berukuran 0,001 – 0,1 µm. Protoplasma dibedakan atas nukleoplasma dan sitoplasma. Nukleoplasma adalah cairan yang ada pada inti sel, sedangkan sitoplasma berada di antara membran sel dan membran inti. Komponen sitoplasma terbesar adalah air (± 80 – 90 persen) dan bahan-bahan terlarut seperti karbohidrat, protein, lemak, dan garam-garam mineral. Inti sel (nukleus) Inti sel umumnya terletak di tengah-tengah sel, berbentuk oval atau bulat. Fungsinya sebagai pengatur seluruh kegiatan sel. Di dalam inti sel terdapat kromosom yang gen-gennya berperan dalam menentukan sifat keturunan (hereditas). Guna melangsungkan proses-proses kehidupannya, sel memiliki organela-organela sel yang berada pada sitoplasma dan masing-masing menjalankan fungsi yang berbeda-beda. Baca juga: Kelistrikan pada Sel Saraf Beberapa organela sel adalah sebagai berikut: Mitokondria, berfungsi sebagai tempat terjadinya respirasi sel yaitu untuk menghasilkan energi. Semakin aktif suatu sel semakin banyak mitokondrianya Retikulum endoplasma, merupakan sistem membran yang menghubungkan membran inti dengan membran sel. Berfungsi untuk menyusun dan menyalurkan zat-zat ke bagian-bagian sel. Retikulum endoplasma dapat dibedakan menjadi retikulum endoplasma halus dan retikulum endoplasma kasar. Retikulum endoplasma kasar ditempeli oleh ribosom sedangkan retikulum endoplasma halus tidak ditempeli ribosom. Ribosom, biasa menempel pada sel tumbuhan. Plastida yang memiliki zat warna hijau atau klorofil disebut dengan kloroplas, fungsinya untuk fotosintesis. Vakuola, pada sel tumbuhan ukurannya besar, fungsinya untuk menyimpan cadangan makanan. Pada Protozoa terdapat vakuola makanan untuk mencerna makanan dan vakuola kontraktil untuk yaitu mengatur konsentrasi cairan dalam sel (osmoregulasi). Badan Golgi, berbentuk seperti kumpulan kantong yang bertumpuk-tumpuk. Badan golgi berperan untuk modifikasi bahan-bahan yang dihasilkan oleh RE dan menyalurkannya ke organel-organel yang membutuhkan. Pada tumbuhan organel ini disebut diktiosom. Lisosom, merupakan organel yang berbentuk kantong yang berisi enzim pencernaan. Lisosom berfungsi untuk mencerna zat sisa, makanan atau zat asing. Jika lisosom pecah, enzim di dalamnya akan mencerna dan menghancurkan organel sel dan akibatnya sel akan mati. Lisosom hanya terdapat pada hewan. Dinding sel, membran sel tumbuhan dilindungi dinding sel. Selain melindungi sel, dinding sel menjaga bentuk sel tumbuhan tidak berubah dan kaku. Plastida hanya terdapat pada tumbuhan. Plastida mengandung pigmen tertentu. Kloroplas merupakan plastida yang berwarna hijau karena memiliki klorofil dan berperan dalam proses fotosintesis. Kromoplas berwarna kuning karena memiliki pigmen xantofil. Leukoplas berfungsi sebagai tempat cadangan makanan.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sel sebagai Unit Struktural dan Fungsional Kehidupan
sel sebagai unit struktural dan fungsional kehidupan
Pada hierarki organisasi kehidupan, sel berada di tingkatan struktural terendah yang masih mampu menjalankan semua fungsi kehidupan. Sel mampu melakukan regulasi terhadap dirinya sendiri, memproses energi, tumbuh dan berkembang, tanggap terhadap lingkungan, serta melakukan reproduksi untuk melestarikan keturunannya. Setiap organisme tersusun atas salah satu dari dua jenis sel yang secara struktural berbeda, seperti sel prokariotik dan sel eukariotik. Hanya bakteria dan arkea yang memiliki sel prokariotik. Protista, jamur, tumbuhan, dan hewan semuanya mempunyai sel eukariotik. Sel prokariotik (berasal dari bahasa Yunani prokaryote, pro berarti “sebelum” dan karyon berarti nukleus). Sel prokariotik memiliki bahan-bahan dalam sel tetapi tidak diselubungi membran inti. Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu. Daftarkan email Sel Eukariotik (Yunani, eu berarti sejati atau sebenarnya) merupakan sel yang memiliki inti sel dan inti sel tersebut dibungkus oleh membrane inti. Baca juga: Jenis Organel Sel Beserta Fungsinya Sel Prokariot strukturnya lebih sederhana dari pada struktur sel eukariota karena tidak mempunyai organel terbungkus membran. Pembatas sel ialah membran plasma. Di luar membran plasma terdapat dinding sel yang cukup kaku dan seringkali berupa kapsul luar, yang biasanya mirip jeli. Sebagian bakteri memiliki flagela (organel gerak), pili (struktur pelekatan), atau keduanya yang menonjol dari permukaannya. Perbesar Struktur Sel Prokariotik (Dok. Dewi Markiah) Sel eukariot umumnya jauh lebih besar dari sel prokariot. Selain membran plasma di permukaan luarnya, sel eukariot memiliki membran internal yang ekstensif dan tertata secara rumit, yang membagi sel menjadi kompartemen-kompartemen (organel). Kompartemen-kompartemen memberikan lingkungan lokal yang berbeda yang memfasilitasi fungsi metabolik spesifik. Sehingga proses-proses yang tidak kompatibel dapat berlangsung bersamaan dalam suatu sel. Baca juga: 10 Perbedaan Sel Tumbuhan dan Sel Hewan Membran plasma dan membran organel juga berpartisipasi langsung dalam metabolisme sel, sebab banyak enzim yang terdapat dalam membran tersebut. Ukuran sel sangat kecil, sehingga kamu hanya dapat mengamatinya dengan bantuan mikroskop. Makhluk hidup ada yang tersusun oleh satu sel (uniseluler) contohnya bakteri dan amoeba. Ada juga makhluk hidup yang tersusun oleh banyak sel (multiseluler), contohnya cacing, manusia, dan tumbuhan. Meskipun sel yang menyusun tubuh makhluk hidup beraneka ragam, sesungguhnya struktur dasar sel hampir sama. Organel-organel sel Setiap sel tersusun atas membran sel, protoplasma, dan inti sel. Protoplasma merupakan cairan sel yang di dalamnya terlarut berbagai bahan organik dan anorganik. Pada protoplasma terdapat organela-organela dan inti sel. Membran sel Membran sel atau membran plasma merupakan batas antara bagian luar dan dalam sel, berfungsi sebagai pengatur keluar masuknya zat dan pelindung sitoplasma. Melalui membran sel ini berbagai zat seperti oksigen dan zat makanan masuk ke dalam sel, sedangkan zat sisa keluar dari dalam sel. Baca juga: Perbedaan Sel Prokariotik dan Sel Eukariotik Protoplasma Protoplasma merupakan cairan sel (plasma sel) yang bersifat koloid karena partikel yang terlarut di dalamnya berukuran 0,001 – 0,1 µm. Protoplasma dibedakan atas nukleoplasma dan sitoplasma. Nukleoplasma adalah cairan yang ada pada inti sel, sedangkan sitoplasma berada di antara membran sel dan membran inti. Komponen sitoplasma terbesar adalah air (± 80 – 90 persen) dan bahan-bahan terlarut seperti karbohidrat, protein, lemak, dan garam-garam mineral. Inti sel (nukleus) Inti sel umumnya terletak di tengah-tengah sel, berbentuk oval atau bulat. Fungsinya sebagai pengatur seluruh kegiatan sel. Di dalam inti sel terdapat kromosom yang gen-gennya berperan dalam menentukan sifat keturunan (hereditas). Guna melangsungkan proses-proses kehidupannya, sel memiliki organela-organela sel yang berada pada sitoplasma dan masing-masing menjalankan fungsi yang berbeda-beda. Baca juga: Kelistrikan pada Sel Saraf Beberapa organela sel adalah sebagai berikut: Mitokondria, berfungsi sebagai tempat terjadinya respirasi sel yaitu untuk menghasilkan energi. Semakin aktif suatu sel semakin banyak mitokondrianya Retikulum endoplasma, merupakan sistem membran yang menghubungkan membran inti dengan membran sel. Berfungsi untuk menyusun dan menyalurkan zat-zat ke bagian-bagian sel. Retikulum endoplasma dapat dibedakan menjadi retikulum endoplasma halus dan retikulum endoplasma kasar. Retikulum endoplasma kasar ditempeli oleh ribosom sedangkan retikulum endoplasma halus tidak ditempeli ribosom. Ribosom, biasa menempel pada sel tumbuhan. Plastida yang memiliki zat warna hijau atau klorofil disebut dengan kloroplas, fungsinya untuk fotosintesis. Vakuola, pada sel tumbuhan ukurannya besar, fungsinya untuk menyimpan cadangan makanan. Pada Protozoa terdapat vakuola makanan untuk mencerna makanan dan vakuola kontraktil untuk yaitu mengatur konsentrasi cairan dalam sel (osmoregulasi). Badan Golgi, berbentuk seperti kumpulan kantong yang bertumpuk-tumpuk. Badan golgi berperan untuk modifikasi bahan-bahan yang dihasilkan oleh RE dan menyalurkannya ke organel-organel yang membutuhkan. Pada tumbuhan organel ini disebut diktiosom. Lisosom, merupakan organel yang berbentuk kantong yang berisi enzim pencernaan. Lisosom berfungsi untuk mencerna zat sisa, makanan atau zat asing. Jika lisosom pecah, enzim di dalamnya akan mencerna dan menghancurkan organel sel dan akibatnya sel akan mati. Lisosom hanya terdapat pada hewan. Dinding sel, membran sel tumbuhan dilindungi dinding sel. Selain melindungi sel, dinding sel menjaga bentuk sel tumbuhan tidak berubah dan kaku. Plastida hanya terdapat pada tumbuhan. Plastida mengandung pigmen tertentu. Kloroplas merupakan plastida yang berwarna hijau karena memiliki klorofil dan berperan dalam proses fotosintesis. Kromoplas berwarna kuning karena memiliki pigmen xantofil. Leukoplas berfungsi sebagai tempat cadangan makanan.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sel sebagai Unit Struktural dan Fungsional Kehidupan