Kamis, 17 Februari 2022

Rabu, 16 Februari 2022

KOMPAS.com - Segala jenis polusi dapat menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan satwa liar. Bahkan pencemaran sering berdampak pada kesehatan dan kesejahteraan manusia. Sebenarnya apa pengertian pencemaran lingkungan dan apa saja jenis-jenisnya? Pengertian pencemaran Dikutip dari situs resmi Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, dalam Undang-undang No. 4 Tahun 1982 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup telah dijelaskan pengertian pencemaran. Pencemaran lingkungan adalah masuk atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi atau komponen lain ke dalam lingkungan atau berubahnya tatanan lingkungan akibat kegiatan manusia atau proses alam. Sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai peruntukannya. Baca juga: Peringatan untuk Kita, Polusi Udara Picu Serangan Jantung dan Stroke National Geographic mendefinisikan polusi sebagai masuknya bahan berbahaya ke lingkungan. Bahan berbahaya ini disebut polutan. Polutan dapat merusak kualitas lingkungan di sekitar manusia mencakup udara, air dan tanah. Dikutip dari Encyclopaedia Britannica, polusi juga disebut pencemaran lingkungan adalah penambahan zat apa pun (padat, cair atau gas) atau segala bentuk energi (seperti panas, suara atau radioaktivitas) ke lingkungan. Polutan Zat atau bahan yang mengakibatkan pencemaran disebut polutan atau bahan pencemar. Bahan pencemar adalah zat, partikel atau organisme yang dapat menimbulkan pencemaran lingkungan secara langsung maupun tidak langsung mengurangi kualitas lingkungan hidup. Semua makhluk hidup, mulai dari mikroba bersel satu hingga paus biru, bergantung pada pasokan udara dan air di bumi. Bila sumber daya ini tercemar, semua bentuk kehidupan akan terancam. Baca juga: Polusi Udara Juga Sebabkan Kebotakan, Kok Bisa? Industri dan rumah tangga menghasilkan sampah dan limbah yang dapat mencemari air, udara dan tanah.  Syarat-syarat suatu zat disebut polutan bila keberadaannya menyebabkan kerugian terhadap makhluk hidup. Karakteristik polutan antara lain: Jumlahnya melebihi jumlah normal Berada pada waktu yang tidak tepat Berada pada tempat yang tidak tepat Terdapat beberapa jenis bahan pencemar, antara lain: Polutan kimiawi adalah zat-zat kimia yang menyebabkan pencemaran seperti gas karbon dioksida (CO2). Polutan fisik adalah zat cair, padat atau gas yang menimbulkan pencemaran seperti botol plastik. Polutan biologis adalah berbagai macam mikro organisme penyebab penyakit seperti bakteri. Baca juga: 5 Hal Ini Kerap Tak Disadari Sebabkan Polusi Lingkungan Jenis pencemaran Dikutip dari Live Science, terdapat lima jenis polusi utama yaitu: Polusi udara (air pollution) Polusi air (water pollution) Polusi tanah (land pollution) Polusi suara Polusi cahaya Berikut ini penjelasan singkat masing-masing jenis pencemaran: Polusi air adalah pencemaran yang terjadi di lingkungan air ketika zat atau substansi berbahaya masuk ke dalamnya. Contoh polutan: limbah cair industri, pestisida, dan lainnya. Polusi udara adalah pencemaran yang terjadi di udara, biasanya polutan berbentuk gas atau zat partikel. Contoh: karbon dioksida (CO2), karbon monoksida (CO) dan lainnya. Polusi tanah adalah pencemaran yang terjadi di lingkungan tanah biasanya karena sampah rumah tangga dan limbah industri. Contoh sampah plastik, limbah pabrik dan lain-lain. Polusi suara adalah pencemaran dalam bentuk gelombang suara biasanya berupa suara bising yang mengganggu pendengaran. Contoh, deru mesin kendaraan, mesin suara pabrik, mesin penebang pohon dan lainnya. Polusi cahaya adalah pencemaran akibat ulah manusia biasanya berupa cahaya dengan intensitas terlalu besar. Sering terjadi di wilayah perkotaan atau kawasan industri. Contoh: lampu-lampu kota, cahaya pada papan iklan dan lain-lain.   Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate,

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pengertian Pencemaran Lingkungan dan Jenis-jenisnya", Klik untuk baca: https://www.kompas.com/skola/read/2020/01/14/100000469/pengertian-pencemaran-lingkungan-dan-jenis-jenisnya?page=all.
Penulis : Arum Sutrisni Putri
Editor : Arum Sutrisni Putri

Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android: https://bit.ly/3g85pkA
iOS: https://apple.co/3hXWJ0L

Pencemaran Lingkungan - Definisi Pencemaran

KOMPAS.com - Segala jenis polusi dapat menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan satwa liar. Bahkan pencemaran sering berdampak pada kesehatan dan kesejahteraan manusia. Sebenarnya apa pengertian pencemaran lingkungan dan apa saja jenis-jenisnya? Pengertian pencemaran Dikutip dari situs resmi Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, dalam Undang-undang No. 4 Tahun 1982 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup telah dijelaskan pengertian pencemaran. Pencemaran lingkungan adalah masuk atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi atau komponen lain ke dalam lingkungan atau berubahnya tatanan lingkungan akibat kegiatan manusia atau proses alam. Sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai peruntukannya. Baca juga: Peringatan untuk Kita, Polusi Udara Picu Serangan Jantung dan Stroke National Geographic mendefinisikan polusi sebagai masuknya bahan berbahaya ke lingkungan. Bahan berbahaya ini disebut polutan. Polutan dapat merusak kualitas lingkungan di sekitar manusia mencakup udara, air dan tanah. Dikutip dari Encyclopaedia Britannica, polusi juga disebut pencemaran lingkungan adalah penambahan zat apa pun (padat, cair atau gas) atau segala bentuk energi (seperti panas, suara atau radioaktivitas) ke lingkungan. Polutan Zat atau bahan yang mengakibatkan pencemaran disebut polutan atau bahan pencemar. Bahan pencemar adalah zat, partikel atau organisme yang dapat menimbulkan pencemaran lingkungan secara langsung maupun tidak langsung mengurangi kualitas lingkungan hidup. Semua makhluk hidup, mulai dari mikroba bersel satu hingga paus biru, bergantung pada pasokan udara dan air di bumi. Bila sumber daya ini tercemar, semua bentuk kehidupan akan terancam. Baca juga: Polusi Udara Juga Sebabkan Kebotakan, Kok Bisa? Industri dan rumah tangga menghasilkan sampah dan limbah yang dapat mencemari air, udara dan tanah.  Syarat-syarat suatu zat disebut polutan bila keberadaannya menyebabkan kerugian terhadap makhluk hidup. Karakteristik polutan antara lain: Jumlahnya melebihi jumlah normal Berada pada waktu yang tidak tepat Berada pada tempat yang tidak tepat Terdapat beberapa jenis bahan pencemar, antara lain: Polutan kimiawi adalah zat-zat kimia yang menyebabkan pencemaran seperti gas karbon dioksida (CO2). Polutan fisik adalah zat cair, padat atau gas yang menimbulkan pencemaran seperti botol plastik. Polutan biologis adalah berbagai macam mikro organisme penyebab penyakit seperti bakteri. Baca juga: 5 Hal Ini Kerap Tak Disadari Sebabkan Polusi Lingkungan Jenis pencemaran Dikutip dari Live Science, terdapat lima jenis polusi utama yaitu: Polusi udara (air pollution) Polusi air (water pollution) Polusi tanah (land pollution) Polusi suara Polusi cahaya Berikut ini penjelasan singkat masing-masing jenis pencemaran: Polusi air adalah pencemaran yang terjadi di lingkungan air ketika zat atau substansi berbahaya masuk ke dalamnya. Contoh polutan: limbah cair industri, pestisida, dan lainnya. Polusi udara adalah pencemaran yang terjadi di udara, biasanya polutan berbentuk gas atau zat partikel. Contoh: karbon dioksida (CO2), karbon monoksida (CO) dan lainnya. Polusi tanah adalah pencemaran yang terjadi di lingkungan tanah biasanya karena sampah rumah tangga dan limbah industri. Contoh sampah plastik, limbah pabrik dan lain-lain. Polusi suara adalah pencemaran dalam bentuk gelombang suara biasanya berupa suara bising yang mengganggu pendengaran. Contoh, deru mesin kendaraan, mesin suara pabrik, mesin penebang pohon dan lainnya. Polusi cahaya adalah pencemaran akibat ulah manusia biasanya berupa cahaya dengan intensitas terlalu besar. Sering terjadi di wilayah perkotaan atau kawasan industri. Contoh: lampu-lampu kota, cahaya pada papan iklan dan lain-lain.   Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate,

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pengertian Pencemaran Lingkungan dan Jenis-jenisnya", Klik untuk baca: https://www.kompas.com/skola/read/2020/01/14/100000469/pengertian-pencemaran-lingkungan-dan-jenis-jenisnya?page=all.
Penulis : Arum Sutrisni Putri
Editor : Arum Sutrisni Putri

Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android: https://bit.ly/3g85pkA
iOS: https://apple.co/3hXWJ0L

Dampak Pencemaran Tanah

Pencemaran tanah memiliki dampak yang berbahaya bagi makhluk hidup, mulai dari segi kesehatan hingga lingkungan. Toksin yang dilepaskan oleh polutan di tanah dapat berinteraksi dengan ekosistem, baik secara langsung maupun tidak langsung. Contohnya polutan tanah yang mencemari air kemudian memengaruhi ekosistem perairan. Berikut ini adalah beberapa dampak pencemaran tanah dari segi kesehatan dan lingkungan. Kuy, disimak! 

  1. Kesehatan

Pencemaran tanah menimbulkan berbagai macam masalah kesehatan pada manusia, di antaranya:

  • Kanker – Kebanyakan polutan tanah mengandung zat karsinogenik yang dapat menyebabkan kanker, seperti logam berat.
  • Kerusakan Organ – Hal ini juga disebabkan oleh zat polutan tanah yang berbahaya. Salah satu contohnya seperti kerusakan ginjal yang disebabkan oleh merkuri.
  • Bioakumulasi – Bioakumulasi dapat terjadi apabila manusia memakan daging/sayur yang telah terpapar polutan tanah. Kita harus mewaspadai hal ini karena berujung pada penyakit kronis laten (tidak disadari).

 

2. Lingkungan 

Efek pencemaran tanah terhadap lingkungan dapat mengakibatkan kerusakan ekosistem. Beberapa dampak lingkungan yang disebabkan oleh pencemaran tanah ialah;

  • Hilangnya Keanekaragaman Hayati – Paparan polutan yang berbahaya dapat mematikan sejumlah jenis tanaman atau hewan sehingga terjadi kelangkaan spesies.
  • Menurunkan Kesuburan Tanah – Hilangnya biota-biota atau mikroflora tanah dapat menyebabkan tanah menjadi tidak subur seperti sedia kala.
  • Perubahan Struktur Tanah – Struktur tanah dapat mengalami perubahan apabila terdapat polutan yang mematikan komponen penting dalam tanah.

Pengelolaan Pencemaran Tanah

Pencemaran tanah dapat ditanggulangi dengan berbagai macam cara, yaitu;

1. Menghindari Aktivitas Pertanian yang Berlebihan 

Aktivitas pertanian seperti menanam dan pencabutan rumput yang berlebihan dapat mengakibatkan banjir dan erosi tanah.

2. Mengurangi “Waste Footprint” Manusia 

“Waste Footprint” yang kita hasilkan dapat berupa sampah plastik, materi yang sulut terurai, kotoran, dsb. Materi-materi tersebut dapat terakumulasi di tanah dan menjadi polutan yang berbahaya. Kita dapat mengurangi “Waste Footprint” dengan cara melakukan 3R yaitu ReuseReduce, dan Recycle.

3. Pencucian Tanah 

Pencucian tanah bertujuan untuk menghilangkan kontaminan yang ada di dalam tanah. Cara pengelolaan ini menggunakan air untuk membersihkan tanah dan memisahkan tanah yang terkontaminasi. Metode ini memungkinkan manusia untuk mengurangi pencemaran tanpa harus melakukan penggalian tanah.

 

Baca Juga: 5 Polutan Penyebab Pencemaran Tanah

 4. Bioremediasi 

Metode pengelolaan ini menggunakan mikroorganisme untuk mengurangi kontaminan dan mengembalikan kesuburan tanah. Cara ini merupakan pengelolaan pencemaran tanah yang terjadi secara alami. Namun, bioremediasi juga tetap membutuhkan temperatur yang sesuai, nutrisi, dan oksigen di dalam tanah.

Aktivitas manusia memang tidak pernah lepas dari adanya pencemaran lingkungan. Tetapi kita bisa mengurangi pencemaran dengan menerapkan gaya hidup yang ramah lingkungan. Yuk, jaga bumi kita mulai dari sekarang ya, Squad!

Yang Harus Kamu Ketahui Tentang Dampak pencemaran Tanah dan Penanggulangannya

Pencemaran Lingkungan | Pencemaran tanah

Dampak Pencemaran Tanah

Pencemaran tanah memiliki dampak yang berbahaya bagi makhluk hidup, mulai dari segi kesehatan hingga lingkungan. Toksin yang dilepaskan oleh polutan di tanah dapat berinteraksi dengan ekosistem, baik secara langsung maupun tidak langsung. Contohnya polutan tanah yang mencemari air kemudian memengaruhi ekosistem perairan. Berikut ini adalah beberapa dampak pencemaran tanah dari segi kesehatan dan lingkungan. Kuy, disimak! 

  1. Kesehatan

Pencemaran tanah menimbulkan berbagai macam masalah kesehatan pada manusia, di antaranya:

  • Kanker – Kebanyakan polutan tanah mengandung zat karsinogenik yang dapat menyebabkan kanker, seperti logam berat.
  • Kerusakan Organ – Hal ini juga disebabkan oleh zat polutan tanah yang berbahaya. Salah satu contohnya seperti kerusakan ginjal yang disebabkan oleh merkuri.
  • Bioakumulasi – Bioakumulasi dapat terjadi apabila manusia memakan daging/sayur yang telah terpapar polutan tanah. Kita harus mewaspadai hal ini karena berujung pada penyakit kronis laten (tidak disadari).

 

2. Lingkungan 

Efek pencemaran tanah terhadap lingkungan dapat mengakibatkan kerusakan ekosistem. Beberapa dampak lingkungan yang disebabkan oleh pencemaran tanah ialah;

  • Hilangnya Keanekaragaman Hayati – Paparan polutan yang berbahaya dapat mematikan sejumlah jenis tanaman atau hewan sehingga terjadi kelangkaan spesies.
  • Menurunkan Kesuburan Tanah – Hilangnya biota-biota atau mikroflora tanah dapat menyebabkan tanah menjadi tidak subur seperti sedia kala.
  • Perubahan Struktur Tanah – Struktur tanah dapat mengalami perubahan apabila terdapat polutan yang mematikan komponen penting dalam tanah.

Pengelolaan Pencemaran Tanah

Pencemaran tanah dapat ditanggulangi dengan berbagai macam cara, yaitu;

1. Menghindari Aktivitas Pertanian yang Berlebihan 

Aktivitas pertanian seperti menanam dan pencabutan rumput yang berlebihan dapat mengakibatkan banjir dan erosi tanah.

2. Mengurangi “Waste Footprint” Manusia 

“Waste Footprint” yang kita hasilkan dapat berupa sampah plastik, materi yang sulut terurai, kotoran, dsb. Materi-materi tersebut dapat terakumulasi di tanah dan menjadi polutan yang berbahaya. Kita dapat mengurangi “Waste Footprint” dengan cara melakukan 3R yaitu ReuseReduce, dan Recycle.

3. Pencucian Tanah 

Pencucian tanah bertujuan untuk menghilangkan kontaminan yang ada di dalam tanah. Cara pengelolaan ini menggunakan air untuk membersihkan tanah dan memisahkan tanah yang terkontaminasi. Metode ini memungkinkan manusia untuk mengurangi pencemaran tanpa harus melakukan penggalian tanah.

 

Baca Juga: 5 Polutan Penyebab Pencemaran Tanah

 4. Bioremediasi 

Metode pengelolaan ini menggunakan mikroorganisme untuk mengurangi kontaminan dan mengembalikan kesuburan tanah. Cara ini merupakan pengelolaan pencemaran tanah yang terjadi secara alami. Namun, bioremediasi juga tetap membutuhkan temperatur yang sesuai, nutrisi, dan oksigen di dalam tanah.

Aktivitas manusia memang tidak pernah lepas dari adanya pencemaran lingkungan. Tetapi kita bisa mengurangi pencemaran dengan menerapkan gaya hidup yang ramah lingkungan. Yuk, jaga bumi kita mulai dari sekarang ya, Squad!

Yang Harus Kamu Ketahui Tentang Dampak pencemaran Tanah dan Penanggulangannya

Pencemaran udara itu suatu kondisi udara mengandung senyawa kimia maupun biologi dalam jumlah banyak yang berdampak bagi kesehatan makhluk hidup. Secara umum, pencemaran terbagi menjadi dua, yakni pencemaran udara primer dan pencemaran udara sekunder.

Pencemaran udara primer ini penyebabnya langsung dari polutan, seperti meningkatnya kadar karbondioksida dari aktivitas pembakaran manusia. Kalau pencemaran udara sekunder itu terjadi akibat reaksi kimia dari partikel-partikel polutan yang terjadi di atmosfer, seperti pembentukan ozon.

pencemaran udara - sep 1

Secara garis besar penyebab pencemaran udara itu terbagi menjadi dua, yakni aktivitas alam dan aktivitas manusia. Kok bisa aktivitas alam menjadi penyebab pencemaran udara? Begini Squad, kita ambil contohnya letusan gunung berapi ya. Letusan gunung itu menghasilkan abu vulkanik yang mencemari udara sekitar. Otomatis berbahaya dong bagi kesehatan manusia dan tanaman?

Baca Juga: Komponen Pembentuk Ekosistem

Selain itu, ada lagi nih kebakaran lahan hutan yang menghasilkan karbon dioksida dalam jumlah yang banyak. Bisa mengganggu kesehatan manusia dan hewan juga pastinya. Bahkan, sistem penerbangan juga bisa terganggu loh akibat kebakaran hutan ini.

penyebab pencemaran udara

Nah kalau penyebabnya aktivitas manusia itu banyak sih, seperti asap pabrik, asap kendaraan bermotor, pembakaran sampah dan asap rokok. Makanya jangan kaget atau heran kalau naik motor itu pasti banyak pengendara yang pakai masker buat menutupi hidung. Ini karena mereka sayang dengan kesehatan badan mereka. Mulai sekarang, yuk pakai masker untuk meminimalisi dampak pencemaran udara bagi tubuh kita

pencemaran udara - sep 2

Jangan anggap sepele nih dampak dari pencemaran udara. Udara itu kan perannya sangat penting bagi kehidupan makhluk hidup, maka dari itu kamu harus tahu nih dampak dari pencemaran udara itu seperti apa.

1. Kualitas udara yang menurun akibat pencemaran ini menimbulkan berbagai penyakit, terutama penyakit pernafasan.

2. Letusan gunung berapi yang menimbulkan abu vulkanik juga membuat udara tercemar dan mengakibatkan hujan asam. Hujan asam ini mengandung sulfur yang mengganggu pertumbuhan tanaman.

3. Timbulnya efek rumah kaca yakni peningkatan suhu bumi karena konsentrasi karbon dioksida dan karbon monoksida yang tinggi di atmosfer.

4. Penggunaan produk pendingin ruangan yang mengandung CFC seperti freezer dan AC dapat merusak lapisan ozon.

dampak pencemaran udara

PENCEMARAN LINGKUNGAN (PENCEMARAN UDARA)

Pencemaran udara itu suatu kondisi udara mengandung senyawa kimia maupun biologi dalam jumlah banyak yang berdampak bagi kesehatan makhluk hidup. Secara umum, pencemaran terbagi menjadi dua, yakni pencemaran udara primer dan pencemaran udara sekunder.

Pencemaran udara primer ini penyebabnya langsung dari polutan, seperti meningkatnya kadar karbondioksida dari aktivitas pembakaran manusia. Kalau pencemaran udara sekunder itu terjadi akibat reaksi kimia dari partikel-partikel polutan yang terjadi di atmosfer, seperti pembentukan ozon.

pencemaran udara - sep 1

Secara garis besar penyebab pencemaran udara itu terbagi menjadi dua, yakni aktivitas alam dan aktivitas manusia. Kok bisa aktivitas alam menjadi penyebab pencemaran udara? Begini Squad, kita ambil contohnya letusan gunung berapi ya. Letusan gunung itu menghasilkan abu vulkanik yang mencemari udara sekitar. Otomatis berbahaya dong bagi kesehatan manusia dan tanaman?

Baca Juga: Komponen Pembentuk Ekosistem

Selain itu, ada lagi nih kebakaran lahan hutan yang menghasilkan karbon dioksida dalam jumlah yang banyak. Bisa mengganggu kesehatan manusia dan hewan juga pastinya. Bahkan, sistem penerbangan juga bisa terganggu loh akibat kebakaran hutan ini.

penyebab pencemaran udara

Nah kalau penyebabnya aktivitas manusia itu banyak sih, seperti asap pabrik, asap kendaraan bermotor, pembakaran sampah dan asap rokok. Makanya jangan kaget atau heran kalau naik motor itu pasti banyak pengendara yang pakai masker buat menutupi hidung. Ini karena mereka sayang dengan kesehatan badan mereka. Mulai sekarang, yuk pakai masker untuk meminimalisi dampak pencemaran udara bagi tubuh kita

pencemaran udara - sep 2

Jangan anggap sepele nih dampak dari pencemaran udara. Udara itu kan perannya sangat penting bagi kehidupan makhluk hidup, maka dari itu kamu harus tahu nih dampak dari pencemaran udara itu seperti apa.

1. Kualitas udara yang menurun akibat pencemaran ini menimbulkan berbagai penyakit, terutama penyakit pernafasan.

2. Letusan gunung berapi yang menimbulkan abu vulkanik juga membuat udara tercemar dan mengakibatkan hujan asam. Hujan asam ini mengandung sulfur yang mengganggu pertumbuhan tanaman.

3. Timbulnya efek rumah kaca yakni peningkatan suhu bumi karena konsentrasi karbon dioksida dan karbon monoksida yang tinggi di atmosfer.

4. Penggunaan produk pendingin ruangan yang mengandung CFC seperti freezer dan AC dapat merusak lapisan ozon.

dampak pencemaran udara

Faktor Penyebab Pencemaran Air

Sobat Pintar!, kali ini kita akan belajar tentang Pecemaran Air

Pencemaran air dapat terjadi pada sumber mata air, sumur, sungai, rawarawa, danau, dan laut. Bahan pencemaran air dapat berasal dari limbah industri, limbah rumah tangga, dan limbah pertanian.

Limbah Industri

Air limbah industri cenderung mengandung zat berbahaya. Oleh karena itu, kita harus mencegahnya agar tidak membuang air limbah industri ke saluran umum. Kegiatan industri selain menghasilkan produk utama (bahan jadi), juga menghasilkan produk sampingan yang tidak terpakai, yaitu limbah.

Jenis limbah yang berasal dari industri dapat berupa limbah organik yang bau seperti limbah pabrik tekstil atau limbah pabrik kertas.

Selain itu, limbah anorganik berupa cairan panas, berbuih dan berwarna, serta mengandung asam belerang, berbau menyengat. Seperti limbah pabrik baja, limbah pabrik emas, limbah pabrik cat, limbah pabrik pupuk organik, limbah pabrik farmasi, dan lain-lain. Jika limbah industri tersebut dibuang ke saluran air atau sungai, akan menimbulkan pencemaran air dan merusak atau memusnahkan organisme di dalam ekosistem tersebut.

Limbah industri yang berupa logam berat sering dialirkan ke sungai, sehingga sungai menjadi tercemar. Jenis-jenis logam berat adalah raksa, timbal, dan kadmium di mana ketiganya sangat berbahaya bagi manusia apabila mengonsumsinya. Misalnya, pencemaran raksa yang terjadi di Minamata, Jepang.

Para nelayan di sekitar teluk Minamata memakan ikan yang tercemar raksa. Akibatnya, mereka mengalami kerusakan saraf yang disebut penyakit Minamata. Lebih dari delapan puluh orang yang meninggal akibat penyakit ini.

 

Limbah Rumah Tangga

Coba perhatikan kegiatan yang terjadi di dalam rumah tangga, pasar, perkantoran, rumah makan, penginapan, dan sebagainya. Kegiatan-kegiatan di tempat tersebut akan menghasilkan sampah/limbah yang dinamakan limbah rumah tangga.

Limbah rumah tangga merupakan limbah yang berasal dari hasil samping kegiatan perumahan. Seperti limbah rumah tangga, pasar, perkantoran, rumah penginapan (hotel), rumah makan, dan puing-puing bahan bangunan serta besi-besi tua bekas mesin-mesin atau kendaraan.

Limbah rumah tangga dapat berasal dari bahan organik, anorganik, maupun bahan berbahaya dan beracun. Limbah organik adalah limbah seperti kulit buah sayuran, sisa makanan, kertas, kayu, daun dan berbagai bahan yang dapat diuraikan oleh mikroorganisme. Limbah yang berasal dari bahan anorganik, antara lain besi, aluminium, plastik, kaca, kaleng bekas cat, dan minyak wangi.

Di perairan, sampah mengalami proses penguraian oleh mikroorganisme. Akibat penguraian tersebut, kandungan oksigen dalam perairan juga menurun. Menurunnya kandungan oksigen dalam perairan akan merugikan kehidupan biota di dalamnya.

Limbah bahan berbahaya dan beracun, antara lain timbul akibat adanya kegiatan pertanian. Kegiatan pertanian biasanya menggunakan obat-obatan pembasmi hama penyakit seperti pestisida, misalnya insektisida. Selain itu, kegiatan pertanian menggunakan pupuk, misalnya urea.

Penggunaan pupuk yang berlebihan juga dapat menyebabkan suburnya ekosistem di perairan kolam, sungai, waduk, atau danau. Pupuk yang tidak terserap ke tumbuhan akan terbuang menuju perairan. Akibatnya, terjadi blooming algae atau tumbuh suburnya ganggang di atas permukaan air.

Tanaman ganggang ini dapat menutupi seluruh permukaan air, sehingga mengurangi kadar sinar matahari yang masuk ke dalam perairan tersebut. Akibatnya, proses fotosintesis fitoplankton terganggu dan kadar oksigen yang terlarut dalam air menurun sehingga merugikan makhluk hidup lain yang berada di dalamnya.



by sobat pintar

Pencemaran Air - Pencemaran Lingkungan

Faktor Penyebab Pencemaran Air

Sobat Pintar!, kali ini kita akan belajar tentang Pecemaran Air

Pencemaran air dapat terjadi pada sumber mata air, sumur, sungai, rawarawa, danau, dan laut. Bahan pencemaran air dapat berasal dari limbah industri, limbah rumah tangga, dan limbah pertanian.

Limbah Industri

Air limbah industri cenderung mengandung zat berbahaya. Oleh karena itu, kita harus mencegahnya agar tidak membuang air limbah industri ke saluran umum. Kegiatan industri selain menghasilkan produk utama (bahan jadi), juga menghasilkan produk sampingan yang tidak terpakai, yaitu limbah.

Jenis limbah yang berasal dari industri dapat berupa limbah organik yang bau seperti limbah pabrik tekstil atau limbah pabrik kertas.

Selain itu, limbah anorganik berupa cairan panas, berbuih dan berwarna, serta mengandung asam belerang, berbau menyengat. Seperti limbah pabrik baja, limbah pabrik emas, limbah pabrik cat, limbah pabrik pupuk organik, limbah pabrik farmasi, dan lain-lain. Jika limbah industri tersebut dibuang ke saluran air atau sungai, akan menimbulkan pencemaran air dan merusak atau memusnahkan organisme di dalam ekosistem tersebut.

Limbah industri yang berupa logam berat sering dialirkan ke sungai, sehingga sungai menjadi tercemar. Jenis-jenis logam berat adalah raksa, timbal, dan kadmium di mana ketiganya sangat berbahaya bagi manusia apabila mengonsumsinya. Misalnya, pencemaran raksa yang terjadi di Minamata, Jepang.

Para nelayan di sekitar teluk Minamata memakan ikan yang tercemar raksa. Akibatnya, mereka mengalami kerusakan saraf yang disebut penyakit Minamata. Lebih dari delapan puluh orang yang meninggal akibat penyakit ini.

 

Limbah Rumah Tangga

Coba perhatikan kegiatan yang terjadi di dalam rumah tangga, pasar, perkantoran, rumah makan, penginapan, dan sebagainya. Kegiatan-kegiatan di tempat tersebut akan menghasilkan sampah/limbah yang dinamakan limbah rumah tangga.

Limbah rumah tangga merupakan limbah yang berasal dari hasil samping kegiatan perumahan. Seperti limbah rumah tangga, pasar, perkantoran, rumah penginapan (hotel), rumah makan, dan puing-puing bahan bangunan serta besi-besi tua bekas mesin-mesin atau kendaraan.

Limbah rumah tangga dapat berasal dari bahan organik, anorganik, maupun bahan berbahaya dan beracun. Limbah organik adalah limbah seperti kulit buah sayuran, sisa makanan, kertas, kayu, daun dan berbagai bahan yang dapat diuraikan oleh mikroorganisme. Limbah yang berasal dari bahan anorganik, antara lain besi, aluminium, plastik, kaca, kaleng bekas cat, dan minyak wangi.

Di perairan, sampah mengalami proses penguraian oleh mikroorganisme. Akibat penguraian tersebut, kandungan oksigen dalam perairan juga menurun. Menurunnya kandungan oksigen dalam perairan akan merugikan kehidupan biota di dalamnya.

Limbah bahan berbahaya dan beracun, antara lain timbul akibat adanya kegiatan pertanian. Kegiatan pertanian biasanya menggunakan obat-obatan pembasmi hama penyakit seperti pestisida, misalnya insektisida. Selain itu, kegiatan pertanian menggunakan pupuk, misalnya urea.

Penggunaan pupuk yang berlebihan juga dapat menyebabkan suburnya ekosistem di perairan kolam, sungai, waduk, atau danau. Pupuk yang tidak terserap ke tumbuhan akan terbuang menuju perairan. Akibatnya, terjadi blooming algae atau tumbuh suburnya ganggang di atas permukaan air.

Tanaman ganggang ini dapat menutupi seluruh permukaan air, sehingga mengurangi kadar sinar matahari yang masuk ke dalam perairan tersebut. Akibatnya, proses fotosintesis fitoplankton terganggu dan kadar oksigen yang terlarut dalam air menurun sehingga merugikan makhluk hidup lain yang berada di dalamnya.



by sobat pintar